Kamis, 04 Agustus 2011

Metodologi Berpikir

B
erpikir adalah kegiatan penalaran mengekpresikan pengalaman dengan maksud tertentu
Berpikir adalah sumber segala pengetahuan; sebaliknya pengetahuan
Metodologi Berpikir
Metodologi Berpikir
memberikan umpan balik kepada berpikir. Makin tinggi tingkat pengetahuan, makin Tinggi taraf berpikir seseorang.



Macam-macam Berpikir

Berpikir alamiah : adalah pola penalaran yang berdasarkan kebiasaan sehari-hari dari pengaruh alam sekelilingnya, misal; penalaran tentang panasnya api yang dapat membakar jika dikenakan kayu pasti kayu tersebut akan terbakar.
Berpikir ilmiah : adalah pola penalaran berdasarkan sarana tertentu secara teratur dan cermat, misal; dua hal yang bertentangan penuh tidak dapat sebagai sifat hal tertentu pada saat yang sama dalam
satu kesatuan.
Berpikir autistik: contoh berpikir autistik antara lain adalah mengkhayal, fantasi atau wishful thinking. Dengan berpikir autistik seseorang melarikan diri dari kenyataan, dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis. Berpikir autistik (autistic thinking) yaitu proses berpikir yang sangat  pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi, contohnya mimpi.
Berpikir realistik: berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata, biasanya disebut dengan nalar (reasoning).

Berpikir Deduktif : merupakan proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari proposisi yang sudah ada, menuju proposisi baru yang berbentuk kesimpulan.
Berpikir Induktif : ialah menarik suatu kesimpulan umum dari berbagai kejadian (data) yang ada di sekitarnya. Dasarnya adalah observasi. Proses berpikirnya adalah sintesis.
Berpikir Evaluatif : ialah berpikir kritis, menilai baik-buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan. Dalam berpikir evaluatif, kita tidak menambah atau mengurangi gagasan. Kita menilainya menurut kriteria tertentu

Berpikir langsung (directed thinking)  yaitu berpikir untuk  memecahkan masalah.
Berpikir konkrit, yaitu berpikir dalam dimensi ruang, waktu, dan tempat tertentu.
Berpikir abstrak, yaitu berpikir dalam ketidakberhinggaan, sebab bisa  dibesarkan atau disempurnakan keluasannya.
Berpikir klasifikatoris, yaitu berpikir menganai klasifikasi atau pengaturan menurut kelas-kelas tingkat tertentu.
Berpikir analogis, yatiu berpikir untuk mencari hubungan  antarperistiwa atas dasar kemiripannya

Berpikir ilmiah, yaitu berpikir dalam hubungan yang luas dengan  pengertian yang lebih komplek disertai pembuktian-pembuktian.
Berpikir pendek, yaitu lawan berpikir ilmiah yang terjadi secara lebih cepat, lebih dangkal dan seringkali tidak logis.
Berpikir Kreatif, adalah berpikir yang memberikan perspektif baru atau menangkap peluang baru sehingga memunculkan ide-ide baru yang belum pernah ada.
Berpikir Analitis, adalah berpikir yang menggunakan sebuah tahapan atau langkah-langkah logis. Langkah berpikir analitis ialah dengan menguji  sebuah pernyataan atau bukti dengan standar objektif, melihat bawah  permukaan sampai akar-akar permasalahan, menimbang atau memutuskan atas dasar logika.




2 komentar:

  1. pola pikir saya tetap aj bobrok??

    BalasHapus
  2. @fresly.m.purba,'di ubah atuh lae pola berpikir nya.. gampang kok.. 1 hal yang penting, hati yang tenang dan jiwa yang tenang akan membantu kita dalam berpikir positif.

    BalasHapus