M
enurut Peter Elbow, profesor bahasa dan Direktur Program menulis di University of Massachuasetts, AS, menulis tanpa guru sebenarnya bisa dilakukan. Untuk itu, yang pertama pertlu dilakukan untuk bisa menulis adalah menulis. Tuliskan apa saja yang terlintas di benak kita. Beliau memberi istilah "menulis bebas" untuk tindak menuangkan apa saja yang terlintas dalam benak melalui tulisan. Menulisa bebas adalah latihan yang bisa membantu untuk membiasakan diri menulis. dalam latihan ini, orang disarankan untuk menuangkan, dalam bentuk tulisan, apa pun yang ia pikirkan, bahkan tentang ketidakmampuannya menulis. Saat diminta menulis dan merasa buntu, orang boleh saja hanya menuliskan kebuntuannya, kebingungannya. Dalam menulis bebas, lupakan aturan, lupakan kesalahan. Tulis dan luapkan saja secara bebas.Sebar pengetahuan merupakan blog yang menyematkan pengetahuan tentang blog, internet, bisnis online, ilmu alam dan pengetahuan lainnya
Tampilkan postingan dengan label Belajar menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar menulis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Maret 2011
Jumat, 25 Maret 2011
Visi Misi Menulis
P
ada artikel sebelumnya saya telah membahas tentang Perihal dalam menulis dan saya telah menjabarkan hal tersebut dengan menyertakan pertanyaan dan jawabannya yang bisa membantu anda dalam dalam memulai menulis. Sekarang yang akan saya paparkan adalah mengenai visi dan misi menulis.Visi
Yang ingin saya capai nuntuk jangka waktu antara sepuluh sampai duapuluh tahun mendatang adalah:
- Tulisan-tulisan saya dijadikan sebagai acuan oleh berbagai kalangan dalam menjalani kehidupannya.
- Tulisan-tulisan saya dijadikan bahan diskusi sejumlah kalangan dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka.
- Tulisan-tulisan yang saya buat menumbuhkan semangan dan memberi ilham kepada sejumlah pihak dan kalangan dalam perjuangan mereka mencapai sesuatu.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkanlah upaya-upaya semisal berikut ini:
Perihal Dalam Menulis
A
ktivitas menulis menurut saya, merupkan sesuatu yang hingga kini belum disikapi secara serius oleh banyak orang~pihak dan kalangan. Lain halnya dengan berceramah, memberikan instruksi, pelatihan, dan yang sejenisnya. Padahal sebenarnya, tulisan merupakan sesuatu yang sangat efektif sekaligus efesien dalam rangka mengajar, menyebarluaskan pikiran atau ide, dan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Bahkan dalam hal-hal tertentu, sarana komunikasi tulisan ini memiliki beberapa kelebihan yang tak dimiliki oleh sarana lainnya. Ia tak terbatas oleh waktu dan tempat. Di mana saja dan kapan saja orang bisa membaca sebuah tulisan. Sementara, untuk bicara, bukankah tempat dan waktunya terbatas? termasuk pendengarnya?
Langganan:
Postingan (Atom)
